RETENSIO PLASENTA  

Rabu, 13 Agustus 2008

Pengertian :

  1. Keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu ½ jam setelah bayi lahir (buku ilmu kebidanan penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan)
  2. keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir (buku sinofsis Obsteri)

Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah persalinan bayi. Pada beberapa kasus dapat terjadi retensio plasenta berulang (habitual retention plasenta harus di keluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi karena sebagai benda mati, dapat terjadi plasenta inkar serta, dapat terjadi polip plasenta, dan terjadi degenarisi ganas korio karsinoma.

Dalam melakukan pengeluaran plasenta secara manual perlu di perhatikan tekninya sehingga tidak menimbulkan komplikasi seperti perforasi dinding uterus. Bahaya infeksi, dan dapat terjadi inversion uteri.

Bagaimana bidan menghadapi retensio plasenta ? bidan sebagai tenaga terlatih di lini terdepan sistem pelayanan kesehatan dapat mengambil sikap dalam menghadapi “retensio plasenta” sebagai berikut :

1. Sikap umum bidan .

a. Memperhatikan keadaan umum penderita.

  • Apakah anemis
  • Bagaimana jumlah perdarahannya
  • Keadaan umum penderita : tekanan darah, nadi, dan suhu
  • Keadaan fundus uter : kontraksi dan tinggi fundus uteri.

b. Mengetahui keadaan plasenta.

  • Apakah plasenta inkarsera
  • Melakukan tes plasenta lepas : metode Kusnert, metode Klein, metode Strassman, metode Manuaba.

c. Memasang infuse dan memberikan cairan pengganti.

2. Sikap khusus bidan.

a. Retensio plasenta dengan perdarahan

  • Langsung melakukan plasenta manual

b. Retensio plasenta tanpa perdarahan.

  • Setelah dapat memastikan keadaan umum penderita segera memasang infuse dan memberikan cairan.
  • Merujuk penderita ke pusat dengan fasilitas cukup, untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.
  • Memberikan transfuse
  • Proteksi dengan antibiotika
  • Mempersiapkan plasenta manual dengan legeartis dalam keadaan pengaruh narkosa.

3. Upaya preventif retensio plasenta oleh bidan.

a. Meningkatkan penerimaan keluarga berencana, sehingga memperkecil terjadi retensio plasenta.

b. Meningkatkan penerimaan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terlatih.

  1. Pada waktu melakukan pertolongan persalinan kala III tidak diperkenankan untuk melakukan masase dengan mempercepat persalinan plasenta. Masase yang idak tepat waktu dapat mengacaukan konraksi otot rahim dan menggangu pelepasan plasenta.

Sumber:http://www.siaksoft.net/index.php?option=com_content&task=view&id=2427&Itemid=100&limit=1&limitstart=4

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


0 komentar: to “ RETENSIO PLASENTA