MANAJEMEN KEBIDANAN.  

Senin, 18 Mei 2009

silahkan klik atau mendownlod di bawah ini.

FORMAT MANAJEMEN KEBIDANAN.

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


kala dua persalinan  

Senin, 11 Mei 2009

BATASAN

• Kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dgn lahirnya bayi
• Kala dua dikenal juga sebagai kala pengeluaran
TANDA DAN GEJALA KALA DUA PERSALINAN
• Beberapa tanda dan kala dua persalinan
 Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dgn terjadinya kontraksi
 Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pd rektum dan/atau vaginanya
 Perineum terlihat menonjol
 Vulva-vagina dan sfingter ani terlihat membuka
 Peningkatan pengeluaran lendir dan darah
• Diagnosis kala dua persalinan dpt ditegakkan atas dasar hasil pemeriksaan dlm yg menunjukkan :
 Pembukaan serviks telah lengkap,
 Terlihatnya bagian kepala bayi pd introitus vagina
PERSIAPAN PENOLONG PERSALINAN
• Menerapkan upaya pencegahan infeksi
 Cuci tangan,
 Memakai sarung tangan dan
 Perlengkapan pelindung pribadi
 Persiapan tempat persalinan, peralatan dan bahan
 Persiapan tempat dan lingkungan utk kelahiran bayi
 Persipan ibu dan keluarga
~ Asuhan sayang ibu
- Anjurkan keluarga utk mendampingi ibu selama persalinan
- Anjurkan keluarga utk terlibat dlm asuhan ibu
- Berikan dukungan dan semangat pd ibu dan anggota keluarganya
- Tentramkan hati ibu selama kala dua persalinan
- Saat pembukaan lengkap, jelaskan pd ibu utk hanya meneran apabila ada dorongan kuat utk meneran
- Anjurkan ibu utk minum selama kala dua persalinan
~ Membersihkan perineum ibu
- Bersihkan vulva dan perineum ibu secara lembut dgn menggunakan air matang (Disenfeksi tingkat tinggi), dan gulungan kapas atau kassa yg bersih
~ Pengosongan kandung kemih
- Anjurkan ibu utk berkemih sedikitnya setiap 2 jam, atau lebihsering atau bila kandung kemih terasa ibu penuh
- Jangan melakukan kateterisasi kandung kemih secara rutin sebelum / setelah kelahiran bayi dan/atau plasenta
AMNIOTOMI
• Jika selaput ketuban belum pecah dan pembukaan telah lengkap lakukan amniotomi
• Perhatikan warna air ketuban saat dilakukan amniotomi
• Jika ada pewarna mekonium pd air ketuban, perlu dilakukan persiapan dan upaya antisipatif utk melahirkan bayi dgn cairan ketuban yg mengandung mekonium
PENATALAKSANAAN FISIOLOGI KALA DUA PERSALINAN
• Penatalaksanaan fisiologi kala dua persalinan peristiwa normal yg akan diakhiri dgn kelahiran normal tanpa adanya intervensi
• Saat pembukaan sudah lengkap, anjurkan ibu utk meneran sesuai dgn dorongan alamiahnya, dan beristirahat di antara kontraksi.
• Kontraksi uterus yg mendorong bayi keluar dari jalan lahir dan meneran upaya bantuan terhadap kontraksi uterus utk melahirkan bayi
Memulai Meneran
• Bila sudah mendapatkan tanda pasti kala dua persalinan, tunggu sampai ibu merasakan adanya dorongan spontan utk meneran
• Teruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi
MEMANTAU SELAMA PENATALAKSANAAN KALA DUA PERSALINAN
• Lanjutkan penilaian kondisi ibu dan janin serta kemajuan persalinan selama kala dua persalinan secara berkala
• Periksa dan catat:
 Nadi bu setiap 30 mnt
 Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 mnt
 DJJ setiap selesai meneran
 Penurunan kepala bayi melalui pemeriksaan abdomen setiap 30 mnt dan pemeriksaan dlm setiap 60 mnt atau kalau ada indikasi
 Warna cairan ketuban jika selaputnya sudah pecah (jernih atau bercampur mekonium atau darah)
 Apakah ada presentasi mejemuk (misalnya tangan) atau tali pusat berada di samping atau di atas kepala
 Putaran paksi luas segera setelah kepala bayi lahir
 Adanya kehamilan kembar yg tdk diketahui sebelumnya
 Semua pemeriksaan dan intervensi yg dilakukan pd catatan persalinan
POSISI IBU SAAT MENERAN
• Bantu ibu utk memperoleh posisi yg paling nyaman baginya
• Ibu dapat berganti posisi secara teratur selama kala dua persalinan karena hal ini sering mempercepat kemajuan persalinan
• Posisi duduk (Gambar 3-1) atau setengah duduk sering nyaman bagi ibu dan ia bisa beristirahat dgn mudah di anatra kontraksi jika merasa lelah, keuntungannya memudahkan melahirkan kepala bayi

Jongkok atau berdiri (Gambar 3-2) dapat membantu mempercepat kemajuan kala dua persalinan dan mengurangi rasanyeri yg hebat
• Merangkak atau berbaring miring ke kiri (Gbr 3-3) bisa lebih nyaman dan lebih efektif baginya untuk meneran

Cara Meneran
• Anjurkan ibu utk meneran sesuai dgn dorongan alamiahnya selama kontraksi
• Jangan anjurkan utk menahan nafas pd saat meneran
• Anjurkan ibu utk berhenti meneran dan beristirahat di antara kontraksi
• Jika ibu berbaring miring atau setengah duduk, ibu mungkin merasa lebih mudah utk meneran jika ia menarik lutut ke arah dada dan menempelkan dagu ke dada
• Anjurkan ibu utk tdk mengangkat bokong saat meneran
• Jangan melakukan dorongan pd fundus utk membantu kelahiran bayi
KELAHIRAN BAYI
Posisi Ibu Saat Melahirkan
• Perbolehkan ibu utk mencari posisi apapun yg nyaman baginya, tapi itu tdk boleh melahirkan bayi pd posisi berbaring telentang
Pencegahan Laserasi
• Laserasi spontan pd vagina atau perineum dpt terjadi saat bayi dilahirkan saat kelahiran kepala dan bahu
• Kejadian laserasi meningkat jika bayi dilahirkan terlalu cepat dan tdk terkendali
• Jalin kerjasama dgn ibu selama persalinan dan gunakan manuver tangan yg tepat utk mengendalikan kelahiran bayi serta membantu mencegah terjadinya laserasi
Episiotomi rutin tidak boleh dilakukan karena dapat menyebabkan:
 Meningkatnya jlh darah yg hilang dan risiko hematoma
 Lebih sering meluas menjadi laserasi derajat tiga atau empat dibandingkan dgn laserasi derajat tiga atau empat yg terjadi tanpa episiotomi
 Meningkatnya nyeri pascapersalinan
 Meningkatnya risiko infeksi
Indikasi utk melakukan episiotomi utk mempercepat kelahiran bayi bila didapat:
 Gawat janin
 Penyulit kelahiran pervaginam (sungsang, distosia bahu, ekstraksi forceps, ekstraksi vakum)
 Jaringan parut pd perineum / vagina yg memperlambat kemajuan persalinan

• Saat kepala bayi mendorong / membuka vulva sekitar 5-6 cm, letakkan kain atau handuk bersih di atas perut ibu utk mengeringkan bayi segera setelah bayi lahir
• Letakkan kain bersih dan kering yg dilipat 1/3 nya dibawah bokong ibu
• Lindungi perineum dgn satu tangan dan letakkan ibu jari dan 4 jari tangan tersebut di lipat paha pd kedua sisi perineum
• Letakkan tangan yg lain pd kepala nayi
• Perhatikan perineum saat kepala keluar dan dilahirkan
• Usap muka bayi dgn kain / kasa bersih atau disinfeksi tingkat tinggi utk membersihkan mulut dan hidung bayi dari lendir dan darah

Periksa tali pusat pd leher
• Setelah kepala bayi lahir, minta ibu utk berhenti meneran dan bernafas ceoat
• Raba leherbayi apakah ada lilitan tali pusat

Melahirkan bahu
• Tunggu hingga terjadi kontraksi selanjutnya dan awasi rotasi spontan kepala bayi
• Setelah kontraksi eksternal, letakkan satu tangan pd masing2 sisi kepala bayi dan beritahukan pd ibu utk meneran pd kontraksi berikut
• Lakukan tarikan perlahan ke arah bawah dan luar secara lembut (kearah tulang punggung ibu) hingga bahu anterior tanpak di bawah arkus pubis
• Angkat kepala bayi ke arah atas dan luar (mengarah kelangit-langit) utk melahirkan bahu posterior bayi

Tanda-tanda dan gejala-gejala distosia bahu :
 Kepala bayi lahir tapi tetap berada di vagina
 Kepala bayi tdk melakukan putaran paksi luar
 Kepala bayi sangkut di perineum, seperti masuk kembali ke dlm vagina (kepala kura-kura)
Melahirkan sisa tubuh bayi
• Saat bahu posterior, selipkan tangan pd bagian bawah (posterior) kepala bayi kearah perineum dan biarkan bahu dan bagian tangan bayi lahir ke tangan yg ini
• Ginakan jari2 tangan yg sama utk mengendalikan kelahiran siku dan tangan pd sisi posterior bayi pd saat melewati perineum
• Gunakan tangan yg berada di belakang (posterior) utk menahan tubuh bayi saat lahir (Gambar 3-8)
• Gunakan tangan bagian depan (anterior) utk melahirkan bahu anterior dan utk mengendalikan kelahiran siku dan tangan anterior bayi
• Setelah kelahiran tubuh dan lengan, sisipkan tangan bagian depan (anterior) di punggung bayi ke arah bokong dan kaki bayi utk menahan laju kelahiran bayi saat kaki lahir (Gambar 3-8)
• Sisipkan jari telunjuk dari tangan yg sama diantara kaki bayi, pegang dgn mantap bagian mata kaki bayi dan baru lahirkan kakinya secara hati2 (Gambar 3-8)
• Baringkan bayi di atas kain atau handuk yg terletak di perut ibu kepala bayi sedikit lebih rendah dari tubuh

Mengeringkan dan merangsang bayi
• Segera keringkan dan rangsang bayi dgn kain atau selimut di atas perut ibu
• Pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dgn baik
Memotong tali pusat
• Gunakan klem disinfeksi tingkat tinggi atau steril, klem tali pusat 3 cm dari pusat bayi
• Lakukan pengurutan pd tali pusat dari klem kearah ibu
• Pasang klem kedua pd sisi ibu 2 cm dari klem pertama
• Pegang tali pusat diantara kedua klem utk melindungi bayi
• Gunakan tangan yg lain utk memotong talipusat diantara kedua klem tersebut dgn mengunakan guntung disinfeksi tingkat tinggi atau steril (Gambar 3-9)

AddThis Social Bookmark Button

Email this post