Tampilkan postingan dengan label KEBIDANAN. Tampilkan semua postingan
MANAJEMEN KEBIDANAN.
Senin, 18 Mei 2009
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 1 komentar
Email this postARTI KEBIDANAN DALAM ARTI LUAS
Kamis, 09 Oktober 2008
Apakah Yang Dimaksud dengan Kebidanan?
Kebidanan adalah bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian. Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada padanya.
Apakah Yang Dimaksud dengan Praktek Kebidanan ?
Praktek Kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa antara dalam lingkup praktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
Praktek kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.
Praktek kebidanan bertujuan menurunkan / menekan mortalitas dan morbilitas ibu dan bayi yang berdasarkan ilmu-ilmu kebidanan, kesehatan, medis dan sosial untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan ibu dan janin / bayinya.
Apakah yang Dimaksud dengan Asuhan Kebidanan ?
Asuhan Kebidanan: Adalah prosedur tindakan yang dilakukankan oleh bidan sesuai dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, dengan memperhatikan pengaruh - pengaruh sosial, budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik, etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu, janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan dengan mempraktikan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya dan komitment untuk memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya.
Kebidanan adalah bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian. Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada padanya.
Apakah Yang Dimaksud dengan Praktek Kebidanan ?
Praktek Kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa antara dalam lingkup praktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
Praktek kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.
Praktek kebidanan bertujuan menurunkan / menekan mortalitas dan morbilitas ibu dan bayi yang berdasarkan ilmu-ilmu kebidanan, kesehatan, medis dan sosial untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan ibu dan janin / bayinya.
Apakah yang Dimaksud dengan Asuhan Kebidanan ?
Asuhan Kebidanan: Adalah prosedur tindakan yang dilakukankan oleh bidan sesuai dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, dengan memperhatikan pengaruh - pengaruh sosial, budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik, etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu, janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan dengan mempraktikan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya dan komitment untuk memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this post“Endometriosis”
Senin, 15 September 2008
Endometrium :
- Lapisan dalam dinding kavum uteri, norrmal tidak terdapat di tempat lain.
- Endometrium terdiri atas jaringan ikatt / stroma dan sel-sel selapis kubis yang
berproliferasi dan menebal setelah haid lalu runtuh pada saat haid.
- Siklus endometrium juga dipengaruhi olleh poros hipotalamus-hipofisis-ovarium.
- Puncak LH hipofisis terjadi 24-36 jam sebelum ovulasi.
- Estradiol dihasilkan sel teka interna folikel dan pasca ovulasi sel teka tersebut
berubah menjadi sel lutein yang menghasilkan progesteron.
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal dari kelenjar dan stroma endometrium di luar uterus. Atau terdapatnya kelenjar atau stroma endometrium di tempat / organ lain selain dinding kavum uteri.
Patogenesis endometrium diterangkan oleh beberapa teori diantaranya teori histogenesis, teori metaplasia coelomik dan teori induksi.
Teori histogenesis menerangkan bahwa endometriosis terjadi akibat adanya regurgitasi tuba epitel menstruasi - implantasi jaringan endometrium pada tempat abnormal tersebut. Faktor determinasi yang diperkirakan abnormal adalah regurgitasi darah haid / menstruasi retrograd (darah haid yang tidak keluar melalui serviks mengalir ke tuba - ovarium dan keluar ke rongga peritoneum) kemudian tumbuh berkembang karena organ yang ditempati tidak mengadakan reaksi penolakan (karena bukan benda asing / antigen).
Teori histogenesis : transplantasi, metastasis limfatik / vaskuler. Faktor determinasi adalah respon imunologik yang rendah, faktor genetik, status hormon steroid dan hormon pertumbuhan.
Teori metaplasia coelomik : menerangkan pertumbuhan endometrium di vagina padahal tidak ada hubungan vaskularisasi antara keduanya. Diperkirakan primer berasal dari sisa jaringan yang terdapat sejak perkembangan embrionik (saluran Muller). Demikian juga pada organ-organ yang berasal dari saluran Muller lainnya.
Teori induksi : lanjutan dari teori metaplasia, diperkirakan faktor biokimia endogen menginduksi perkembangan sel peritoneal yang tidak berdiferensiasi menjadi jaringan endometrium.
Pasca Operasi Uterus
(Misalnya miomektomi atau seksio sesar) dapat terjadi lapisan endometrium melekat atau terjahit dengan miometrium kemudian tumbuh menjadi endometriosis.
Teori yang diterima akhirnya adalah patogenesis multifaktorial : genetik, imunologi, endokrin dan mekanik.
(Endometriosis : “the disease of many theoris in gynecology” seperti halnya dengan pre eklampsia pada obstetri)
Kemungkinan lokasi endometriosis :
- Endometriosis interna : dibagian lain uterus misalnya serviks dan isthmus.
- Endometriosis eksterna : di luar uteruus.
- Adenomiosis : endometrium di dalam lappisan miometrium.
- Endometrioma : endometrium dalam ovariium - kista coklat.
- Pada organ / tempat lain misalnya di ppermukaan / dinding usus, cavum Douglasi,
ligamen-ligamen, dan sebagainya. Jaringan endometrium ektopik ini
berproliferasi, infiltrasi dan menyebar ke organ-organ tubuh. Ditemukan 20-25 % pada
laparatomi pelvis. Terbanyak ditemukan pada usia 30-40 tahun.
Pertumbuhan endometrium di tempat lain dapat menimbulkan reaksi inflamasi. Pada haid dapat menimbulkan sakit hebat karena :
- Perdarahan intraperitoneal.
- Perlengketan (tertahan pada pergerakann).
- Akut abdomen.
Endometriosis peritoneum :
- Warna merah (aktif/baru) atau coklat hhitam (sudah lisis) atau putih (fibrosis).
- Dapat hipervaskuler (lesi aktif) atau avaskuler (lesi baru atau fibrosis).
- Permukaan rata atau menonjol atau iregguler.
- Letak superfisial (di permukaan organ / peritoneum) atau profunda (invasif ke
organ).
Lokalisasi sering :
- Ovarium, biasanya bilateral (65%).
- Lapisan serosa uterus, peritoneum pelvvis.
- Kolon sigmoid / kavum Douglasi, ligameentum sakrouterinoma / latum, tuba
Fallopii.
- Vagina, serviks, dan usus.
- Paru, mukosa vesika uterina / saluran kemih, umbilikus, ginjal dan kaki (jarang).
Gejala dan tanda klinik :
- Nyeri pelvis / abdomen difus pada lokaasi tertentu.
- Teraba nodul atau nyeri pada ligamentuum sakrouterina, dinding belakang uterus
dan cavum Douglasi.
- Gerakan terbatas & nyeri pada genitaliia interna.
- Uterus retroversi dan terfiksasi.
- Teraba massa tumor dan nyeri tekan di adneksa.
- Dinding forniks posterior vagina memenndek.
Pemeriksaan penunjang diagnostik :
- Ultrasonografi : gambaran bintik-bintiik salju
- Laparatomi / laparaskopik.
- Assay Ca 125.
Penampilan endometriosis :
- Infertilitas primer (26-39 %)
- Infertilitas sekunder (12-25 %)
- Nyeri panggul kronik (4-65 %)
- Dismenorhea (7-32 %)
- Massa / kista ovarium (10-35 %)
- Bercak / spotting pre menstruasi (35 %%)
- Nyeri akut abdomen, ileus obstruktif, kolik ureter (jarang).
Selain itu sering terdapat keluhan dispareunia, tumor pelvik, gangguan haid, nyeri perut saat defekasi (diskezia) dan nyeri pinggang.
Diagnosa banding : tumor ovarium, mioma multipel, karsinoma rektum, penyakit radang panggul dan metastasis tumor di cavum Douglasi.
Klasifikasi Endometriosis Acosta 1973
1. Ringan :
- Endometriosis menyebar tanpa perlekatan pada anterior atau posterior cavum
Douglasi / permukaan ovarium / peritoneum pelvis.
2. Sedang :
- Endometriosis pada 1 atau kedua ovarium disertai parut dan retraksi atau
endometrioma kecil.
- Perlekatan minimal juga di sekitar ovarium yang mengalami endometriosis.
- Endometriosis pada anterior atau posterior cavum Douglasi dengan parut dan
retraksi atau perlekatan tanpa implantasi di kolon sigmoid.
3. Berat :
- Endometriosis pada 1 atau 2 ovarium ukuran lebih dari 2 x 2 cm2.
- Perlekatan 1 atau 2 ovarium / tuba fallopii / cavum Douglasi karena
endometriosis.
- Implantasi / perlekatan usus dan / atau traktus urinarius yang nyata.
Penatalaksanaan Endometriosis
Prinsip :
- Terapi medikamentosa untuk supresi horrmon.
- Intervensi surgikal untuk membuang impplant endometriosis.
Objektif :
- Kontrol nyeri pelvik kronik (terapi obbat saja).
- Penatalaksanaan infertilitas (terapi oobat dan pembedahan).
- Penataksanaan endometrioma (terapi pemmbedahan).
- Tumor ekstragenital / ekstrapelvik (teerapi obat dan pembedahan).
- Pencegahan kekambuhan (terapi optimaliisasi pra bedah).
- Penatalaksanaan asimptomatik (obat horrmonal / non hormonal), bedah.
Pengobatan hormonal :
- Progesteron : MDPA
- Danazol (17-alfa-etinil-testosteron)
- Kombinasi estrogen-progesteron : pil kkontrasepsi.
- Anti progestasional : etilnorgestrienoon / gestrinon.
- Agonis GnRH : leuprolid asetat, gosereelin, buserelin asetat, nafarelin, histrelin,
lutrelin.
Efek yang diharapkan :
- Progesteron (medroxyprogesteron) : dessidualisasi dan atrofi endometrium serta
inhibitor gonadotrofik yang kuat.
- Kombinasi estrogen / progesteron (pil kontrasepsi) : “pseudo pregnancy”,
desidualisasi dan pertumbuhan endometrium diikuti atrofi endometrium.
- Antiprogestasional : anti progestogeniik dan estrogenik melalui aktivasi degradasi
enzim lisosomal sel.
- GnRH agonist : menyebabkan kadar estroogen menurun seperti pada saat
menopause.
- Testosteron : mensupresi LH & FSH, mennghambat pertumbuhan endometriosis.
- Untuk terapi nyeri dapat digunakan inhhibitor prostaglandin-sintetase.
Obat yang sekarang banyak dipakai dan dikembangkan : agonis GnRH.
Mekanismenya : suplai hormon - internalisasi - dikenali oleh mRNA - sintesis protein.
GnRH : hormon untuk menghasilkan gonadotropin.
Agonis GnRH : regulasi luluh reseptor GnRH pada sel gonadotropin hipofisis.
- Penekanan sekresi dan sintesis FSH dann LH hipofisis.
- Supresi ovarium : hambatan pematangan folikel dan hambatan produksi estradiol.
Diharapkan hipoestrogenisme akan menghambat pertumbuhan berlebihan jaringan endometriosis.
Selama sekitar 24 minggi, GnRH agonis akan memberikan efek :
1. Amenorhea
2. Gangguan reseptor estrogen (misalnya payudara mengecil).
3. Gangguan psikis atau neurologis.
4. Gangguan dalam hubungan seksual.
Pengobatan surgikal : untuk membersihkan fokus / implant endometriosis.
Permasalahan seputar endometriosis :
- Prevalensi - faktor predisposisi.
- Mekanik (peningkatan tekanan intraabdoominal / intrauterin, pencetus regurgitasi.
- Implantasi pasca retrograd menstruasi..
- Imunitas.
- Perlindungan terhadap kesehatan kerja : efisiensi, kenyamanan kerja.
- Peningkatan biaya pengobatan / perawattan kesehatan (health-cost maintenance).
- Masalah kesehatan reproduksi di masa ddepan.
Pencegahan :
- Tidak menunda kehamilan.
- Tidak melakukan kerokan / kuret pada wwaktu haid.
- Pemeriksaan ginekologi teratur.
Sumber :
Vasateam. Catatan Kuliah Obstetri & Ginekologi Plus. Jakarta. 1999.
- Lapisan dalam dinding kavum uteri, norrmal tidak terdapat di tempat lain.
- Endometrium terdiri atas jaringan ikatt / stroma dan sel-sel selapis kubis yang
berproliferasi dan menebal setelah haid lalu runtuh pada saat haid.
- Siklus endometrium juga dipengaruhi olleh poros hipotalamus-hipofisis-ovarium.
- Puncak LH hipofisis terjadi 24-36 jam sebelum ovulasi.
- Estradiol dihasilkan sel teka interna folikel dan pasca ovulasi sel teka tersebut
berubah menjadi sel lutein yang menghasilkan progesteron.
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal dari kelenjar dan stroma endometrium di luar uterus. Atau terdapatnya kelenjar atau stroma endometrium di tempat / organ lain selain dinding kavum uteri.
Patogenesis endometrium diterangkan oleh beberapa teori diantaranya teori histogenesis, teori metaplasia coelomik dan teori induksi.
Teori histogenesis menerangkan bahwa endometriosis terjadi akibat adanya regurgitasi tuba epitel menstruasi - implantasi jaringan endometrium pada tempat abnormal tersebut. Faktor determinasi yang diperkirakan abnormal adalah regurgitasi darah haid / menstruasi retrograd (darah haid yang tidak keluar melalui serviks mengalir ke tuba - ovarium dan keluar ke rongga peritoneum) kemudian tumbuh berkembang karena organ yang ditempati tidak mengadakan reaksi penolakan (karena bukan benda asing / antigen).
Teori histogenesis : transplantasi, metastasis limfatik / vaskuler. Faktor determinasi adalah respon imunologik yang rendah, faktor genetik, status hormon steroid dan hormon pertumbuhan.
Teori metaplasia coelomik : menerangkan pertumbuhan endometrium di vagina padahal tidak ada hubungan vaskularisasi antara keduanya. Diperkirakan primer berasal dari sisa jaringan yang terdapat sejak perkembangan embrionik (saluran Muller). Demikian juga pada organ-organ yang berasal dari saluran Muller lainnya.
Teori induksi : lanjutan dari teori metaplasia, diperkirakan faktor biokimia endogen menginduksi perkembangan sel peritoneal yang tidak berdiferensiasi menjadi jaringan endometrium.
Pasca Operasi Uterus
(Misalnya miomektomi atau seksio sesar) dapat terjadi lapisan endometrium melekat atau terjahit dengan miometrium kemudian tumbuh menjadi endometriosis.
Teori yang diterima akhirnya adalah patogenesis multifaktorial : genetik, imunologi, endokrin dan mekanik.
(Endometriosis : “the disease of many theoris in gynecology” seperti halnya dengan pre eklampsia pada obstetri)
Kemungkinan lokasi endometriosis :
- Endometriosis interna : dibagian lain uterus misalnya serviks dan isthmus.
- Endometriosis eksterna : di luar uteruus.
- Adenomiosis : endometrium di dalam lappisan miometrium.
- Endometrioma : endometrium dalam ovariium - kista coklat.
- Pada organ / tempat lain misalnya di ppermukaan / dinding usus, cavum Douglasi,
ligamen-ligamen, dan sebagainya. Jaringan endometrium ektopik ini
berproliferasi, infiltrasi dan menyebar ke organ-organ tubuh. Ditemukan 20-25 % pada
laparatomi pelvis. Terbanyak ditemukan pada usia 30-40 tahun.
Pertumbuhan endometrium di tempat lain dapat menimbulkan reaksi inflamasi. Pada haid dapat menimbulkan sakit hebat karena :
- Perdarahan intraperitoneal.
- Perlengketan (tertahan pada pergerakann).
- Akut abdomen.
Endometriosis peritoneum :
- Warna merah (aktif/baru) atau coklat hhitam (sudah lisis) atau putih (fibrosis).
- Dapat hipervaskuler (lesi aktif) atau avaskuler (lesi baru atau fibrosis).
- Permukaan rata atau menonjol atau iregguler.
- Letak superfisial (di permukaan organ / peritoneum) atau profunda (invasif ke
organ).
Lokalisasi sering :
- Ovarium, biasanya bilateral (65%).
- Lapisan serosa uterus, peritoneum pelvvis.
- Kolon sigmoid / kavum Douglasi, ligameentum sakrouterinoma / latum, tuba
Fallopii.
- Vagina, serviks, dan usus.
- Paru, mukosa vesika uterina / saluran kemih, umbilikus, ginjal dan kaki (jarang).
Gejala dan tanda klinik :
- Nyeri pelvis / abdomen difus pada lokaasi tertentu.
- Teraba nodul atau nyeri pada ligamentuum sakrouterina, dinding belakang uterus
dan cavum Douglasi.
- Gerakan terbatas & nyeri pada genitaliia interna.
- Uterus retroversi dan terfiksasi.
- Teraba massa tumor dan nyeri tekan di adneksa.
- Dinding forniks posterior vagina memenndek.
Pemeriksaan penunjang diagnostik :
- Ultrasonografi : gambaran bintik-bintiik salju
- Laparatomi / laparaskopik.
- Assay Ca 125.
Penampilan endometriosis :
- Infertilitas primer (26-39 %)
- Infertilitas sekunder (12-25 %)
- Nyeri panggul kronik (4-65 %)
- Dismenorhea (7-32 %)
- Massa / kista ovarium (10-35 %)
- Bercak / spotting pre menstruasi (35 %%)
- Nyeri akut abdomen, ileus obstruktif, kolik ureter (jarang).
Selain itu sering terdapat keluhan dispareunia, tumor pelvik, gangguan haid, nyeri perut saat defekasi (diskezia) dan nyeri pinggang.
Diagnosa banding : tumor ovarium, mioma multipel, karsinoma rektum, penyakit radang panggul dan metastasis tumor di cavum Douglasi.
Klasifikasi Endometriosis Acosta 1973
1. Ringan :
- Endometriosis menyebar tanpa perlekatan pada anterior atau posterior cavum
Douglasi / permukaan ovarium / peritoneum pelvis.
2. Sedang :
- Endometriosis pada 1 atau kedua ovarium disertai parut dan retraksi atau
endometrioma kecil.
- Perlekatan minimal juga di sekitar ovarium yang mengalami endometriosis.
- Endometriosis pada anterior atau posterior cavum Douglasi dengan parut dan
retraksi atau perlekatan tanpa implantasi di kolon sigmoid.
3. Berat :
- Endometriosis pada 1 atau 2 ovarium ukuran lebih dari 2 x 2 cm2.
- Perlekatan 1 atau 2 ovarium / tuba fallopii / cavum Douglasi karena
endometriosis.
- Implantasi / perlekatan usus dan / atau traktus urinarius yang nyata.
Penatalaksanaan Endometriosis
Prinsip :
- Terapi medikamentosa untuk supresi horrmon.
- Intervensi surgikal untuk membuang impplant endometriosis.
Objektif :
- Kontrol nyeri pelvik kronik (terapi obbat saja).
- Penatalaksanaan infertilitas (terapi oobat dan pembedahan).
- Penataksanaan endometrioma (terapi pemmbedahan).
- Tumor ekstragenital / ekstrapelvik (teerapi obat dan pembedahan).
- Pencegahan kekambuhan (terapi optimaliisasi pra bedah).
- Penatalaksanaan asimptomatik (obat horrmonal / non hormonal), bedah.
Pengobatan hormonal :
- Progesteron : MDPA
- Danazol (17-alfa-etinil-testosteron)
- Kombinasi estrogen-progesteron : pil kkontrasepsi.
- Anti progestasional : etilnorgestrienoon / gestrinon.
- Agonis GnRH : leuprolid asetat, gosereelin, buserelin asetat, nafarelin, histrelin,
lutrelin.
Efek yang diharapkan :
- Progesteron (medroxyprogesteron) : dessidualisasi dan atrofi endometrium serta
inhibitor gonadotrofik yang kuat.
- Kombinasi estrogen / progesteron (pil kontrasepsi) : “pseudo pregnancy”,
desidualisasi dan pertumbuhan endometrium diikuti atrofi endometrium.
- Antiprogestasional : anti progestogeniik dan estrogenik melalui aktivasi degradasi
enzim lisosomal sel.
- GnRH agonist : menyebabkan kadar estroogen menurun seperti pada saat
menopause.
- Testosteron : mensupresi LH & FSH, mennghambat pertumbuhan endometriosis.
- Untuk terapi nyeri dapat digunakan inhhibitor prostaglandin-sintetase.
Obat yang sekarang banyak dipakai dan dikembangkan : agonis GnRH.
Mekanismenya : suplai hormon - internalisasi - dikenali oleh mRNA - sintesis protein.
GnRH : hormon untuk menghasilkan gonadotropin.
Agonis GnRH : regulasi luluh reseptor GnRH pada sel gonadotropin hipofisis.
- Penekanan sekresi dan sintesis FSH dann LH hipofisis.
- Supresi ovarium : hambatan pematangan folikel dan hambatan produksi estradiol.
Diharapkan hipoestrogenisme akan menghambat pertumbuhan berlebihan jaringan endometriosis.
Selama sekitar 24 minggi, GnRH agonis akan memberikan efek :
1. Amenorhea
2. Gangguan reseptor estrogen (misalnya payudara mengecil).
3. Gangguan psikis atau neurologis.
4. Gangguan dalam hubungan seksual.
Pengobatan surgikal : untuk membersihkan fokus / implant endometriosis.
Permasalahan seputar endometriosis :
- Prevalensi - faktor predisposisi.
- Mekanik (peningkatan tekanan intraabdoominal / intrauterin, pencetus regurgitasi.
- Implantasi pasca retrograd menstruasi..
- Imunitas.
- Perlindungan terhadap kesehatan kerja : efisiensi, kenyamanan kerja.
- Peningkatan biaya pengobatan / perawattan kesehatan (health-cost maintenance).
- Masalah kesehatan reproduksi di masa ddepan.
Pencegahan :
- Tidak menunda kehamilan.
- Tidak melakukan kerokan / kuret pada wwaktu haid.
- Pemeriksaan ginekologi teratur.
Sumber :
Vasateam. Catatan Kuliah Obstetri & Ginekologi Plus. Jakarta. 1999.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this postPROGRAM PENGAJARAN KONSEP KEBIDANAN
Senin, 08 September 2008
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this postTEMUAN BARU DI BIDANG PELAYANAN KEBIDANAN
PENDAHULUAN
Sampai saat ini pelayanan kehamilan selesai dengan terjadinya persalinan dan keefektivan pelayanan antenatal dinilai dari lancar tidaknya persalinan, BBL tidak BBLR, nilai Apgar yang baik dan sebagainya yang merupakan pandangan yang terlalu ”medikal”. Temuan baru membuktikan bahwa kehamilan dan persalinan tidak hanya peristiwa medikal tetapi mental dan sosial yang kurang diperhatikan dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Hal ini juga tidak sesuai dengan definisi sehat yang seharusnya juga meliputi sehat mental dan sehat sosial.
Peran bidan, dokter ,Sp OG dan Sp A dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal tidak dapat diragukan lagi namun hal itu tidak hanya untuk mendapatkan ibu dan janin- bayi yang sehat saja, perlu ditambah dengan bayi yang cerdas, yang termasuk aspek sehat mental dan sosial: penerimaan dan ikatan.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah provider di bidang kesehatan maternal dan neonatal untuk lebih sayang ibu dan jnain – neonatus.
TEMUAN BARU MENGENAI KEHAMILAN
Kehamilan saat ini ternyata mempunyai pengaruh yang jauh lebih dramatis dari yang diperkirakan selama ini misalnya mengenai pertumbuhan otak bayi yang dulu dianggap mempunyai pertumbuhan maksimal (brain spurt/ golden period) 2 tahun pertama, ternyata sekarang harus dianggap sebagai 2 tahun + 280 hari selama dalam kandungan. Dalam 280 hari kehamilan terjadi pertambahan jumlah sel syaraf, berpindahnya sel yang baru dibentuk ke tempat berfungsi, diferensiasi dan kematian sel terprogram yang akan berhenti sebelum persalinan sehingga jumlah sel syaraf bayi baru lahir sama atau lebih banyak dibanding saat meninggal.
Adanya dampak jangka panjang (saat dewasa) dari bayi yang mengalami penyulit hambatan pertumbuhan selama kehamilan merupakan bukti nyata peran kehamilan yang sangat penting- seperti yang diteorikan dan dibuktikan oleh David Barker – ahli epidemilogi dari Inggris. Janin yang mengalami hambatan pertumbuhan selama hamil, lebih mudah menderita diabetes, penyakit jantung dan hipertensi saat usia lebih muda. Hal yang sama juga terjadi pada bayi dari ibu yang mengalami penyulit diabetes mellitus (DM gestasional) dimana bayi makrosomia tersebut akan mudah mengalami DM nyata (overt DM) dan obesitas.
Pembentukan kepribadian juga dimulai sejak kehamilan bukan sesudah lahir, ada penulis yang menyatakan bahwa: Hanya karena dia belum bisa bicara dia dianggap tidak mengerti
TEMUAN BARU MENGENAI PERAN JANIN
Dulu janin dianggap tidak mempunyai peran atau bagian pasif dalam kehamilan kemudian dianggap sebagai parasit, dianggap sebagai pasien (Fetus as patient) dan akhirnya dianggap sebagi person (pribadi tersendiri); saat ini janin ternyata merupakan bagian aktif bahkan dirigen dari orkestrasi kehamilannya misalnya sejak pembuahan janin sudah memerintahkan ibu untuk menyiapkan endometrium untuk implantasi (desidua), mengurangi reaksi imunologis terhadap dirinya karena sebgain dirinya merupakan bagian dari ayah yang merupakan benda asing, memberikan sebagian bahan yang diproduksinya untuk mempertahankan kehamilan (sintesis hormon kehamilan) dan akhirnya persalinan dan produksi ASI yang distimulasi oleh perintah dari janin. Tentunya perintah atau komunikasi ini terjadi di tingkat biomolekuler dan merupakan awal dari terbentuknya sistim komunikasi janin ibu yang akan berlanjut menjadi ikatan antara ibu dan anak yang akan terjalin seumur hidup.
Freud menyatakan bahwa pembentukan kepribadian terjadi melalui tahapan sesudah lahir namun harus ditambahakan 280 hari dalam kandungan. Ibu-ibu yang selama kehamilannya mengalami kekerasan dalam rumah tangga melahirkan bayi dengan kepribadian yang kurang baik. Stres maternal terutama yang berulang dan berat langsung mengenai janin dan berdampak berat karena sistim pertahanan psikologisnya masih belum terbentuk secara sempurna.
TEMUAN BARU MENGENAI KEMAMPUAN JANIN
Dulu janin dianggap tidak bisa apa-apa karena bayi baru lahir saja hanya bisa menangis apalagi janin dalam kandungan ternyata data terakhir menyatakan bahwa:
Janin dalam kandungan sudah dapat mendengar sejak minggu ke 18
Janin dalam kandungan bisa merasa nyeri meskipun otaknya masih terus tumbuh
Janin dalam kandungan mempunyai kemampuan mengingat
Janin dalam kandungan mempunyai kemampuan belajar
Janin dalam kandungan bisa beradapatasi
Janin dalam kandungan bisa bertahan hidup
TEMUAN BARU MENGENAI ANTENATAL
Making pregnancy safer menggaris bawahi bahwa semua kehamilan harus didingikan dan semua persalinan ditolong oleh tenaga terlatih, satu hal yang menujukkan kurang pekanya kita terhadap aspek lain dari kehamilan. Memang angka kematian maternal masih tinggi namun itu hanya 10 % dari seluruh kehamilan/ persalinan, hal tersebut jangan sampai membuat pandangan bahwa kehamilan adalah peristiwa yang membahayakan padahal ”hanya” 10 % yang berpenyulit tetapi sebagian besar bisa tanpa penyulit. Hal ini ditambah dengan maraknya tuntutan terhadap provider akhir-akhir ini sehinga ada beberapa dokter atau provider lain yang mengambil sikap ”defensive medicine”: semua membahayakan yang tentunya kurang baik dalam upaya mencerdaskan masyarakat.
Menurut hemat kami, kehamilan mestinya sesuatu yang membahagiakan bukan membahayakan sehingga asuhan antenatal harus melibatkan seluruh anggota keluarga, suami diajak mengikuti ”maternal class”, senam hamil dan persiapan persalinan sehingga saat persalinan bersedia ikut masuk kemaar bersalin dan memberi dorongan terhadap istri.
Mengingat pentingnya saat kehamilan, maka perlu dilakukan stimulasi terhadap janin untuk mendapatkan bayi yang lebih sehat dan lebih cerdas
TEMUAN BARU MENGENAI PERSALINAN
Saat ini persalinan dianggap terbaik bila dilakukan di rumah sakit dengan peralatan yang lengkap sehingga bila terjadi sesuatu dapat dilakukan pertolongan secara cepat. Namun ada yang hilang dari pelayanan di rumah sakit, yaitu pandangan bahwa persalinan adalah peristiwa medikal saja kurang sentuhan mentaldan sosial yangs eharusnya dapat dikurangi dengan membolehkan suami masuk mendampingi istrinya di saat melahirkan buah hatinya.
Pendampingan oleh suami ternyata dapat mengurangi nyeri persalinan, mengurangi lamanya persalinan dan mengurangi distosia dan frekuensi persalinan sesar.
Pemilihan posisi persalinan pada kala II juga dapat mempercepat proses persalinan- ibu melahirkan hendaknya dianjurkan untuk memilih posisinya sendiri dan posisi dorsolitotomi yang selama ini dilakukan hanyalah menguntungkan penolong bukan penderita tanpa meningkatkan ruptura perinei berat.
TEMUAN BARU MENGENAI PENANGANAN BBL
Dulu selalu dilakukan penialian dengan nilai Apgar dan selanjutnya diubah dengan dari AAFP- NRP –Katwinkel bahwa penilaian dilakukan pada menit ke 0 bukan menit pertama dan ke lima karena sudah terlambat 2 kali 30 detik pertama bil memakai nilai Agar.
Namun adanya persalinan dalam air dan ”diving reflex” yang dimiliki bayi usia kurang dari 6 bulan menyadarkan kita bahwa pengetahuan kita (terutama ahli dari negara maju) mengenai maturasi sitim pernafasan, nafas pertama maupun keampuan menahan nafas saat berenang masih pada tahap awal, nampaknya lebih banyak yang harus dipelajari lagi. Tetapi ada satu hal yang pasti bahwa resusitasi hanya diperlukan pada 10 % bayi, kejadian palsi serebral tidak berhubungan dengan asfiksia saat persalinan, dan penanganan bayi baru lahir yang bugar hanya memerlukan membersihkan mulut dan hidung saja tidak perlu sampai orofaring atau bahkan sampai gaster. Ada satu pakar yang menyatakan bahwa satu-satunya tindakan yang dapat menurunkan nilai Apgar adalah pengisapan yang terlalu kuat.
DAMPAK TEMUAN BARU DI ATAS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL, FETAL DAN NEONATAL
1.
perlakukan kehamilan sebagai masa yang membahagiakan bukan membahayakan
2.
ubah pandangan sehat pada bayi baru lahir dengan menambah komponen sehat mental: kecerdasan, kepribadian dan sehat sosial: penerimaan dan bonding (ikatan)
3.
ubah pandangan bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa medis tetapi juga natural
4.
rangsang janin dengan suara, musik, cerita dan permainan seabgai bagian dari asuhan antenatl
5.
hindari stres ataupun kekerasan dalam rumah tangga saat hamil
6.
anjurkan suami mengikuti proses asuhan antenatal termasuk senam hamil dan persiapan persalinan
7.
anjurkan suami ikut dalam persalinan
Sampai saat ini pelayanan kehamilan selesai dengan terjadinya persalinan dan keefektivan pelayanan antenatal dinilai dari lancar tidaknya persalinan, BBL tidak BBLR, nilai Apgar yang baik dan sebagainya yang merupakan pandangan yang terlalu ”medikal”. Temuan baru membuktikan bahwa kehamilan dan persalinan tidak hanya peristiwa medikal tetapi mental dan sosial yang kurang diperhatikan dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Hal ini juga tidak sesuai dengan definisi sehat yang seharusnya juga meliputi sehat mental dan sehat sosial.
Peran bidan, dokter ,Sp OG dan Sp A dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal tidak dapat diragukan lagi namun hal itu tidak hanya untuk mendapatkan ibu dan janin- bayi yang sehat saja, perlu ditambah dengan bayi yang cerdas, yang termasuk aspek sehat mental dan sosial: penerimaan dan ikatan.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah provider di bidang kesehatan maternal dan neonatal untuk lebih sayang ibu dan jnain – neonatus.
TEMUAN BARU MENGENAI KEHAMILAN
Kehamilan saat ini ternyata mempunyai pengaruh yang jauh lebih dramatis dari yang diperkirakan selama ini misalnya mengenai pertumbuhan otak bayi yang dulu dianggap mempunyai pertumbuhan maksimal (brain spurt/ golden period) 2 tahun pertama, ternyata sekarang harus dianggap sebagai 2 tahun + 280 hari selama dalam kandungan. Dalam 280 hari kehamilan terjadi pertambahan jumlah sel syaraf, berpindahnya sel yang baru dibentuk ke tempat berfungsi, diferensiasi dan kematian sel terprogram yang akan berhenti sebelum persalinan sehingga jumlah sel syaraf bayi baru lahir sama atau lebih banyak dibanding saat meninggal.
Adanya dampak jangka panjang (saat dewasa) dari bayi yang mengalami penyulit hambatan pertumbuhan selama kehamilan merupakan bukti nyata peran kehamilan yang sangat penting- seperti yang diteorikan dan dibuktikan oleh David Barker – ahli epidemilogi dari Inggris. Janin yang mengalami hambatan pertumbuhan selama hamil, lebih mudah menderita diabetes, penyakit jantung dan hipertensi saat usia lebih muda. Hal yang sama juga terjadi pada bayi dari ibu yang mengalami penyulit diabetes mellitus (DM gestasional) dimana bayi makrosomia tersebut akan mudah mengalami DM nyata (overt DM) dan obesitas.
Pembentukan kepribadian juga dimulai sejak kehamilan bukan sesudah lahir, ada penulis yang menyatakan bahwa: Hanya karena dia belum bisa bicara dia dianggap tidak mengerti
TEMUAN BARU MENGENAI PERAN JANIN
Dulu janin dianggap tidak mempunyai peran atau bagian pasif dalam kehamilan kemudian dianggap sebagai parasit, dianggap sebagai pasien (Fetus as patient) dan akhirnya dianggap sebagi person (pribadi tersendiri); saat ini janin ternyata merupakan bagian aktif bahkan dirigen dari orkestrasi kehamilannya misalnya sejak pembuahan janin sudah memerintahkan ibu untuk menyiapkan endometrium untuk implantasi (desidua), mengurangi reaksi imunologis terhadap dirinya karena sebgain dirinya merupakan bagian dari ayah yang merupakan benda asing, memberikan sebagian bahan yang diproduksinya untuk mempertahankan kehamilan (sintesis hormon kehamilan) dan akhirnya persalinan dan produksi ASI yang distimulasi oleh perintah dari janin. Tentunya perintah atau komunikasi ini terjadi di tingkat biomolekuler dan merupakan awal dari terbentuknya sistim komunikasi janin ibu yang akan berlanjut menjadi ikatan antara ibu dan anak yang akan terjalin seumur hidup.
Freud menyatakan bahwa pembentukan kepribadian terjadi melalui tahapan sesudah lahir namun harus ditambahakan 280 hari dalam kandungan. Ibu-ibu yang selama kehamilannya mengalami kekerasan dalam rumah tangga melahirkan bayi dengan kepribadian yang kurang baik. Stres maternal terutama yang berulang dan berat langsung mengenai janin dan berdampak berat karena sistim pertahanan psikologisnya masih belum terbentuk secara sempurna.
TEMUAN BARU MENGENAI KEMAMPUAN JANIN
Dulu janin dianggap tidak bisa apa-apa karena bayi baru lahir saja hanya bisa menangis apalagi janin dalam kandungan ternyata data terakhir menyatakan bahwa:
Janin dalam kandungan sudah dapat mendengar sejak minggu ke 18
Janin dalam kandungan bisa merasa nyeri meskipun otaknya masih terus tumbuh
Janin dalam kandungan mempunyai kemampuan mengingat
Janin dalam kandungan mempunyai kemampuan belajar
Janin dalam kandungan bisa beradapatasi
Janin dalam kandungan bisa bertahan hidup
TEMUAN BARU MENGENAI ANTENATAL
Making pregnancy safer menggaris bawahi bahwa semua kehamilan harus didingikan dan semua persalinan ditolong oleh tenaga terlatih, satu hal yang menujukkan kurang pekanya kita terhadap aspek lain dari kehamilan. Memang angka kematian maternal masih tinggi namun itu hanya 10 % dari seluruh kehamilan/ persalinan, hal tersebut jangan sampai membuat pandangan bahwa kehamilan adalah peristiwa yang membahayakan padahal ”hanya” 10 % yang berpenyulit tetapi sebagian besar bisa tanpa penyulit. Hal ini ditambah dengan maraknya tuntutan terhadap provider akhir-akhir ini sehinga ada beberapa dokter atau provider lain yang mengambil sikap ”defensive medicine”: semua membahayakan yang tentunya kurang baik dalam upaya mencerdaskan masyarakat.
Menurut hemat kami, kehamilan mestinya sesuatu yang membahagiakan bukan membahayakan sehingga asuhan antenatal harus melibatkan seluruh anggota keluarga, suami diajak mengikuti ”maternal class”, senam hamil dan persiapan persalinan sehingga saat persalinan bersedia ikut masuk kemaar bersalin dan memberi dorongan terhadap istri.
Mengingat pentingnya saat kehamilan, maka perlu dilakukan stimulasi terhadap janin untuk mendapatkan bayi yang lebih sehat dan lebih cerdas
TEMUAN BARU MENGENAI PERSALINAN
Saat ini persalinan dianggap terbaik bila dilakukan di rumah sakit dengan peralatan yang lengkap sehingga bila terjadi sesuatu dapat dilakukan pertolongan secara cepat. Namun ada yang hilang dari pelayanan di rumah sakit, yaitu pandangan bahwa persalinan adalah peristiwa medikal saja kurang sentuhan mentaldan sosial yangs eharusnya dapat dikurangi dengan membolehkan suami masuk mendampingi istrinya di saat melahirkan buah hatinya.
Pendampingan oleh suami ternyata dapat mengurangi nyeri persalinan, mengurangi lamanya persalinan dan mengurangi distosia dan frekuensi persalinan sesar.
Pemilihan posisi persalinan pada kala II juga dapat mempercepat proses persalinan- ibu melahirkan hendaknya dianjurkan untuk memilih posisinya sendiri dan posisi dorsolitotomi yang selama ini dilakukan hanyalah menguntungkan penolong bukan penderita tanpa meningkatkan ruptura perinei berat.
TEMUAN BARU MENGENAI PENANGANAN BBL
Dulu selalu dilakukan penialian dengan nilai Apgar dan selanjutnya diubah dengan dari AAFP- NRP –Katwinkel bahwa penilaian dilakukan pada menit ke 0 bukan menit pertama dan ke lima karena sudah terlambat 2 kali 30 detik pertama bil memakai nilai Agar.
Namun adanya persalinan dalam air dan ”diving reflex” yang dimiliki bayi usia kurang dari 6 bulan menyadarkan kita bahwa pengetahuan kita (terutama ahli dari negara maju) mengenai maturasi sitim pernafasan, nafas pertama maupun keampuan menahan nafas saat berenang masih pada tahap awal, nampaknya lebih banyak yang harus dipelajari lagi. Tetapi ada satu hal yang pasti bahwa resusitasi hanya diperlukan pada 10 % bayi, kejadian palsi serebral tidak berhubungan dengan asfiksia saat persalinan, dan penanganan bayi baru lahir yang bugar hanya memerlukan membersihkan mulut dan hidung saja tidak perlu sampai orofaring atau bahkan sampai gaster. Ada satu pakar yang menyatakan bahwa satu-satunya tindakan yang dapat menurunkan nilai Apgar adalah pengisapan yang terlalu kuat.
DAMPAK TEMUAN BARU DI ATAS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL, FETAL DAN NEONATAL
1.
perlakukan kehamilan sebagai masa yang membahagiakan bukan membahayakan
2.
ubah pandangan sehat pada bayi baru lahir dengan menambah komponen sehat mental: kecerdasan, kepribadian dan sehat sosial: penerimaan dan bonding (ikatan)
3.
ubah pandangan bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa medis tetapi juga natural
4.
rangsang janin dengan suara, musik, cerita dan permainan seabgai bagian dari asuhan antenatl
5.
hindari stres ataupun kekerasan dalam rumah tangga saat hamil
6.
anjurkan suami mengikuti proses asuhan antenatal termasuk senam hamil dan persiapan persalinan
7.
anjurkan suami ikut dalam persalinan
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this postKetuban Pecah Dini
Sabtu, 06 September 2008
Ketuban pecah dini, yaitu pecahnya selaput ketuban jauh sebelum waktu persalinan, dapat membahayakan kehidupan janin di dalam kandungan. Namun, risiko peristiwa ini terjadi dapat dikurangi bila ibu hamil mengkonsumsi suplemen vitamin C setiap hari sejak pertengahan masa kehamilannya.
Vitamin C diketahui memiliki peran penting dalam mempertahankan selaput yang menyelubungi janin dan cairan amnion. Walaupun penelitian yang telah dilaporkan sebelum ini mengaitkan kadar vitamin C yang rendah pada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi terhadap ketuban pecah dini atau KPD, namun belum pernah dijelaskan apakah penggunaan suplemen vitamin C dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Dr. Ester Casanueva dan beberapa rekannya dari the National Institute of Perinatology di Mexico City, melakukan penilaian terhadap 120 wanita hamil yang secara acak diminta untuk mengkonsumsi 100 miligram vitamin C atau plasebo non aktif (sebagai kelompok kontrol) setiap hari. Hal ini mulai dilakukan pada usia kehamilan 20 minggu.
Sejumlah 109 wanita menjalani penelitian tersebut sampai selesai, demikian dilaporkan oleh para peneliti dan dipublikasikan melalui the American Journal of Clinical Nutrition.
Mereka menemukan bahwa setelah mulai dilakukan intervensi tersebut pada usia kehamilan 20 minggu, pada kelompok kontrol terjadi penurunan kadar vitamin C, sedangkan pada kelompok suplemen terjadi peningkatan kadar vitamin C.
Suplemen vitamin C juga dikaitkan dengan penurunan risiko ketuban pecah dini. KPD terjadi pada 14 dari 56 kehamilan (25 persen) di kelompok kontrol, sedangkan pada kelompok vitamin C hanya terjadi pada 4 dari 52 kehamilan (8 persen).
Ketuban pecah dini mungkin merupakan faktor yang bertanggungjawab pada 40 persen atau lebih dari semua kasus persalinan prematur. Para peneliti menyimpulkan bahwa suplemen vitamin C dapat menjadi perangkat yang berharga dalam mempertahankan kehamilan sampai aterm.
. PENGERTIAN
Ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan dari jalan lahir/vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu.
Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan. Pecah selaput ketuban dapat
terjadi pada kehamilan preterm sebelum 37 minggu maupun aterm.
2. PENYEBAB
Penyebab dari ketuban pecah dini tidak atau masih belum diketahui secara jelas maka usaha preventif
tidak dapat dilakukan, kecuali dalam usaha menekan infeksi. Factor yang berhubungan dengan
meningkatnya insidensi ketuban pecah dini antara lain: adanya hipermotilitas rahim,
selaput ketuban terlalu tipis, multipara, cervik incompetent dan polihidramnion
3. PENGARUH KETUBAN PECAH DINI
Adapun pengaruh ketuban pecah dini terhadap ibu dan janin adalah :
a. Pengaruh terhadap ibu
1. Infeksi intapartal
2. Infaksi puerperalis
3. partus lama
4. Perdarahan post partum
5. Morbiditas dan mortalitas maternal
b. Pengaruh terhadap janin
1. Prematuritas
2. Infeksi intra uterin
3. Prolaps funiculi
4. Asfiksia neonatorum
5. Morbiditas dan mortalitas maternal
4. DIAGNOSA
Secara klinik diagnosa ketuban pecah dini tidak sukar dibuat dengan anamnesa pada klien dengan
keluarnya air seperti kencing dengan tanda-tanda yang khas sudah dapat menilai itu mengarah
ke ketuban pecah dini. Untuk menentukan betul tidaknya ketuban pecah dini bisa dilakukan dengan cara:
o Adanya cairan yang berisi mekonium, verniks kaseosa, rambut lanugo dalam liang sanggama
o Pemeriksaan abdomen uterus lunak tidak nyeri tekan
o Pemeriksaan inspekulo, lihat dan perhatikan pakah memang air ketuban keluar dari kanalis cervisis dan bagian yang sudah pecah
o Dilakukan uji kertas lakmus:
Jadi biru (basa) : air ketuban
Jadi merah (asam) : air kencing.
5. PENANGANAN
Anjuran mengenai penata laksanaan optimum dari kehamilan dengan komplikasi ketuban pecah dini tergantung pada umur kehamilan janin, tanda infeksi intra uterin dan populasi pasien. Pada umumnya lebih baik untuk membawa semua pasien dengan ketuban pecah dini ke rumah sakit dan melahirkan bayi yang berumur lebih dari 36 minggu dalam 24 jam dari pecahnya ketuban untuk memperkecil resiko infeksi infra uterin.
SUMBER PUSTAKA
Saipudin Abdul Bari, 2002, Panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, Jakarta, YBSP.
Helen Varney, 2000, Buku saku bidan, Jakarta.
IBG Manuaba, 1998, Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan dan keluarga berencana.
Rustam mochtar, 1998, synopsis jilid I, Jakarta, penerbit buku kedokteran EGC.
Sumber Kalbe.co.id
Vitamin C diketahui memiliki peran penting dalam mempertahankan selaput yang menyelubungi janin dan cairan amnion. Walaupun penelitian yang telah dilaporkan sebelum ini mengaitkan kadar vitamin C yang rendah pada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi terhadap ketuban pecah dini atau KPD, namun belum pernah dijelaskan apakah penggunaan suplemen vitamin C dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Dr. Ester Casanueva dan beberapa rekannya dari the National Institute of Perinatology di Mexico City, melakukan penilaian terhadap 120 wanita hamil yang secara acak diminta untuk mengkonsumsi 100 miligram vitamin C atau plasebo non aktif (sebagai kelompok kontrol) setiap hari. Hal ini mulai dilakukan pada usia kehamilan 20 minggu.
Sejumlah 109 wanita menjalani penelitian tersebut sampai selesai, demikian dilaporkan oleh para peneliti dan dipublikasikan melalui the American Journal of Clinical Nutrition.
Mereka menemukan bahwa setelah mulai dilakukan intervensi tersebut pada usia kehamilan 20 minggu, pada kelompok kontrol terjadi penurunan kadar vitamin C, sedangkan pada kelompok suplemen terjadi peningkatan kadar vitamin C.
Suplemen vitamin C juga dikaitkan dengan penurunan risiko ketuban pecah dini. KPD terjadi pada 14 dari 56 kehamilan (25 persen) di kelompok kontrol, sedangkan pada kelompok vitamin C hanya terjadi pada 4 dari 52 kehamilan (8 persen).
Ketuban pecah dini mungkin merupakan faktor yang bertanggungjawab pada 40 persen atau lebih dari semua kasus persalinan prematur. Para peneliti menyimpulkan bahwa suplemen vitamin C dapat menjadi perangkat yang berharga dalam mempertahankan kehamilan sampai aterm.
. PENGERTIAN
Ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan dari jalan lahir/vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu.
Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan. Pecah selaput ketuban dapat
terjadi pada kehamilan preterm sebelum 37 minggu maupun aterm.
2. PENYEBAB
Penyebab dari ketuban pecah dini tidak atau masih belum diketahui secara jelas maka usaha preventif
tidak dapat dilakukan, kecuali dalam usaha menekan infeksi. Factor yang berhubungan dengan
meningkatnya insidensi ketuban pecah dini antara lain: adanya hipermotilitas rahim,
selaput ketuban terlalu tipis, multipara, cervik incompetent dan polihidramnion
3. PENGARUH KETUBAN PECAH DINI
Adapun pengaruh ketuban pecah dini terhadap ibu dan janin adalah :
a. Pengaruh terhadap ibu
1. Infeksi intapartal
2. Infaksi puerperalis
3. partus lama
4. Perdarahan post partum
5. Morbiditas dan mortalitas maternal
b. Pengaruh terhadap janin
1. Prematuritas
2. Infeksi intra uterin
3. Prolaps funiculi
4. Asfiksia neonatorum
5. Morbiditas dan mortalitas maternal
4. DIAGNOSA
Secara klinik diagnosa ketuban pecah dini tidak sukar dibuat dengan anamnesa pada klien dengan
keluarnya air seperti kencing dengan tanda-tanda yang khas sudah dapat menilai itu mengarah
ke ketuban pecah dini. Untuk menentukan betul tidaknya ketuban pecah dini bisa dilakukan dengan cara:
o Adanya cairan yang berisi mekonium, verniks kaseosa, rambut lanugo dalam liang sanggama
o Pemeriksaan abdomen uterus lunak tidak nyeri tekan
o Pemeriksaan inspekulo, lihat dan perhatikan pakah memang air ketuban keluar dari kanalis cervisis dan bagian yang sudah pecah
o Dilakukan uji kertas lakmus:
Jadi biru (basa) : air ketuban
Jadi merah (asam) : air kencing.
5. PENANGANAN
Anjuran mengenai penata laksanaan optimum dari kehamilan dengan komplikasi ketuban pecah dini tergantung pada umur kehamilan janin, tanda infeksi intra uterin dan populasi pasien. Pada umumnya lebih baik untuk membawa semua pasien dengan ketuban pecah dini ke rumah sakit dan melahirkan bayi yang berumur lebih dari 36 minggu dalam 24 jam dari pecahnya ketuban untuk memperkecil resiko infeksi infra uterin.
SUMBER PUSTAKA
Saipudin Abdul Bari, 2002, Panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, Jakarta, YBSP.
Helen Varney, 2000, Buku saku bidan, Jakarta.
IBG Manuaba, 1998, Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan dan keluarga berencana.
Rustam mochtar, 1998, synopsis jilid I, Jakarta, penerbit buku kedokteran EGC.
Sumber Kalbe.co.id
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this post“TENTANG KEBIDANAN”
Apakah Yang Dimaksud dengan Kebidanan?
Kebidanan adalah bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian. Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada padanya.
Apakah Yang Dimaksud dengan Praktek Kebidanan ?
Praktek Kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa antara dalam lingkup praktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
Praktek kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.
Praktek kebidanan bertujuan menurunkan / menekan mortalitas dan morbilitas ibu dan bayi yang berdasarkan ilmu-ilmu kebidanan, kesehatan, medis dan sosial untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan ibu dan janin / bayinya.
Apakah yang Dimaksud dengan Asuhan Kebidanan ?
Asuhan Kebidanan: Adalah prosedur tindakan yang dilakukankan oleh bidan sesuai dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, dengan memperhatikan pengaruh - pengaruh sosial, budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik, etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu, janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan dengan mempraktikan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya dan komitment untuk memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya.
Kebidanan adalah bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian. Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada padanya.
Apakah Yang Dimaksud dengan Praktek Kebidanan ?
Praktek Kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa antara dalam lingkup praktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
Praktek kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.
Praktek kebidanan bertujuan menurunkan / menekan mortalitas dan morbilitas ibu dan bayi yang berdasarkan ilmu-ilmu kebidanan, kesehatan, medis dan sosial untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan ibu dan janin / bayinya.
Apakah yang Dimaksud dengan Asuhan Kebidanan ?
Asuhan Kebidanan: Adalah prosedur tindakan yang dilakukankan oleh bidan sesuai dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, dengan memperhatikan pengaruh - pengaruh sosial, budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik, etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu, janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan dengan mempraktikan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya dan komitment untuk memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this postWanita dan Endometriosis
Minggu, 22 Juni 2008
Akhir-akhir ini, semakin banyak wanita yang menderita endometriosis atau lebih dikenal dengan “kista” pada organ reproduksinya. Sebetulnya, apakah endometriosis itu?
Endometriosis adalah jaringan yang semestinya terletak di dalam (endo) rahim (metrium) , bertumbuh di tempat lain seperti pada lapisan otot rahim, luar rahim, saluran telur, ovarium, usus, kulit, bahkan otak wanita tersebut. Jaringan yang terletak di luar tempat yang semestinya tersebut, tetap berfungsi dan berkembang sesuai fluktuasi hormonal dari siklus haid. Hal inilah yang menyebabkan rasa nyeri yang hebat saat haid, dan jumlah darah menstruasi lebih dari biasanya.
Di luar siklus haid, jaringan ini dapat berubah menjadi jaringan parut, dimana bila letaknya adalah di saluran telur atau rahim, jaringan parut ini dapat menghambat proses pembuahan dan menyebabkan kemandulan (infertilitas) pada wanita tersebut. Penyebab Endometriosis yang pasti belum diketahui, walaupun sudah ada beberapa teori yang berusaha menjelaskan penyebabnya. Faktor keturunan menjadi salah satu factor risiko terjadinya Endometriosis.
Bagaimana saya tahu bahwa saya mengidap endometriosis?
Endometriosis diduga terjadi pada wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dengan keluhan nyeri haid yang hebat dan/atau jumlah darah menstruasi yang melebihi jumlah normal. Beberapa keluhan lain seperti nyeri saat berhubungan seksual dengan pasangan, infertilitas, nyeri berkemih, diare, sulit BAB dan mual saat menstruasi membantu menegakkan diagnosis endometriosis.
Umumnya, dokter Spesialis Kebidanan dan kandungan akan menganjurkan pasien dengan keluhan tersebut untuk melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Beberapa pemeriksaan lanjutan lain adalah MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan laparoskopi digunakan untuk mengidentifikasi area lain yang terkena jaringan endometriosis, seperti nodul atau kista endometriosis. Penggunaan lain Laparoskopi adalah untuk memastikan jenis kista endometriosis, melakukan biopsy jaringan, dan untuk menyingkirkan keganasan.
Endometriosis tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa diatasi dengan beberapa pilihan terapi. Prinsip terapi Endometriosis adalah mengurangi keluhan nyeri pasien, mengecilkan atau memperlambat pertumbuhan jaringan abnormal, mempertahankan kesuburan (fertilitas) dan mencegah atau memperlambat rekurensi.
Beberapa pilihan pengobatan endometriosis adalah:
1. Pengobatan nyeri haid. Beberapa pereda nyeri yang dijual bebas dapat dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Pada kasus-kasus endometriosis dengan kista yang berukuran besar, anti nyeri tidak dianjurkan karena hanya menutupi gejala dan tidak mengatasi penyebab.
2. Penggunaan hormon untuk menekan ovulasi sehingga menstruasi tidak terjadi. Obat-obatan yang digunakan merupakan jenis kontrasepsi dalam bentuk pil KB, KB suntik, susuk KB, dsb. Obat-obat lain yang umum digunakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan adalah Danazol (derivate testosterone), GnRH agonis dengan beberapa efek samping seperti rasa panas, flushing, mual-muntah yang bervariasi pada tiap individu.
3. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kista yang berukuran besar atau sudah mengganggu fungsi organ-organ dengan gangguan terhadap aktivitas penderita. Pada beberapa kasus berat, pengangkatan rahim, saluran telur dan ovarium penderita mungkin dilakukan.
Apakah endometriosis dapat menyebabkan kanker?
Endometriosis BUKAN kanker. Pada beberapa kasus, endometriosis dijumpai bersamaan dengan beberapa jenis tumor jinak dari otot dan kelenjar pada bagian tubuh lainnya, di luar organ reproduksi.Apa yang harus saya lakukan setelah saya tahu bahwa saya menderita endometriosis?
Anda tidak perlu khawatir. Mayoritas kasus endometriosis dapat hidup normal. Ada beberapa pandangan yang menganjurkan penderita untuk segera menikah dan memiliki anak. Karena, dalam kondisi mengandung, wanita tersebut tidak akan menstruasi dan jaringan endometriosis akan mengecil dan tidak menimbulkan keluhan.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this postCa Ovarium, The Silent Lady Killer
Kangker tentu tidak ada seorangpun yang ingin didiagnosa menderita penyakit tersebut. Akan tetapi seiring dengan gaya hidup yang semakin modern, frekuensi kemungkinan seseorang terkena kanker semakin besar. Salah satu kanker yang paling sering muncul pada wanita adalah kanker indung telur atau carcinoma ovarium. Kanker ini sulit dideteksi secara dini dan sering baru dideteksi ketika sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Pasien baru merasakan gejala yang membuatnya berobat ke dokter, namun hal ini sudah terlambat sehingga angka kematian menjadi lebih tinggi. Kanker ini disebut juga the silent lady killer karena merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita.
Ovarium adalah sepasang organ berbentuk buah almond yang terdapat di samping rahim wanita, di dekat dinding samping panggul, dan berada pada lapisan belakang ligamentum latum di belakang bawah dari saluran telur/tuba falopi. Ovarium memiliki panjang 2,5–5,0 cm dan lebar ± 1,5–3,0 cm. Ovarium terdiri dari bagian luar yang disebut cortex dimana terdapat gamet (bakal sel telur) dan bagian dalam yang disebut medulla yang banyak mengandung pembuluh darah besar dan saraf.
Secara garis besar, ovarium berfungsi sebagai :
- penghasil ovum/sel telur yang bila dibuahi oleh sperma akan berkembang menjadi calon janin
- penghasil hormon estrogen dan progesteron yang penting bagi perkembangan fisiologi normal wanita.
Kanker indung telur dapat mengenai semua wanita dari segala umur, mulai dari usia 20 hingga 80 tahun, jarang terjadi pada wanita dibawah 21 tahun. Delapan puluh persen kanker muncul pada usia diatas 40 tahun dan bila kanker muncul sesudah menopause maka hampir tiga puluh persennya adalah ganas. Kanker pada indung telur kebanyakan berasal dari sel epitel ovarium pada bagian korteks, dapat bersifat jinak, borderline, atau ganas tergantung dari seberapa jauh perbedaan antara sel asal dengan kanker (metaplasia). Berdasarkan asal sel kanker, kanker ovarium dapat dibagi menjadi :
- kistadenoma serous
- kistadenoma musinosum
- endometrioma
- mesonephroid clear cell
- fibroma termasuk tumor benner
- kista dermoid
- tumor campuran
- kanker yang tak terklasifikasikan
Kanker indung telur sering dihubungkan dengan wanita dengan angka melahirkan yang rendah dan infertile/tidak subur. Hal ini berkaitan dengan proses ovulasi lepasnya sel telur ke rahim) dalam indung telur. Pada lapisan korteks, gamet mengalami perkembangan untuk menjadi matang dan siap dilepaskan ke rahim dan hal ini terjadi setiap bulannya. Teorinya perubahan epitel korteks secara terus menerus untuk mematangkan gamet dapat memicu terjadinya mutasi spontan yang pada akhirnya menimbulkan kanker pada indung telur. Pada wanita yang hamil, proses ini terhenti untuk ± 9 bulan sehingga resiko kanker semakin turun. Faktor lain yang dapat meningkatkan resiko kanker adalah :
- menstruasi yang terlalu awal
- menopause yang terlalu terlambat.
- Factor genetic dimana dikatakan resiko tinggi terkena kanker ovarium bila ada mutasi pada gen BRCA 1 dan gen BRCA 2.
- Riwayat pernah menderita kanker payudara atau kanker lainnya pada usia muda.
- Sindroma Lynch II.
- Tidak pernah melahirkan
- Melahirkan pertama kali pada usia > 35 tahun
Gejala dan tanda pada kanker indung telur ini biasanya tidak ada (asimptomatik) untuk periode yang lama dan kalaupun muncul biasanya tidak spesifik. Pada stadium awal penyakit, gejala yang mungkin muncul antara lain :
- mengalami menstruasi yang tidak teratur seakan-akan sedang dalam masa akan menopause.
- Jika massa kanker menekan kandung kemih atau rectum maka akan timbul keluhan keinginan miksi bertambah atau sembelit.
- Mungkin timbul kembung atau sensasi seperti perut tertekan
- Nyeri, misalnya seperti nyeri saat melakukan hubungan seksual
Pada stadium lanjut, gejala yang muncul biasanya berkaitan dengan penyebaran kanker ke organ lain seperti:
- kembung
- cairan pada rongga perut (ascites)
- konstipasi (susah buang air besar)
- mual dan muntah
- wanita menjelang menopause mungkin mengeluh menstruasi yang tidak teratur dan banyak.
Tanda pasti Anda dapat mencurigai adanya kanker indung telur adalah bila teraba adanya massa (benjolan) pada panggul yang keras, tidak tegas batasnya, tidak dapat digerakkan dan bilateral, apalagi bila massa teraba hingga perut bagian atas dan ada gejala perut kembung berisi air (ascites) maka dapat dicurigai bahwa ini adalah kanker ganas. Tapi bila massa kistik (kenyal), mudah digerakkan, batasnya tegas, dan unilateral maka dapat diduga ini kanker jinak. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memastikan adanya kanker ovarium antara lain :
- pemeriksaan serum CA 125. Serum CA 125 merupakan tumor marker yang dapat digunakan untuk memisahkan antara kanker yang ganas dengan jinak. Akan tetapi pemeriksaan ini lebih akurat pada wanita yang telah mengalami menopause, sedangkan pada wanita yang belum menopause hasilnya diragukan.
- pada wanita yang belum menopause, pemeriksaan yang mungkin membantu adalah penggunaan kontrasepsi oral untuk menekan hormon kemudian dilakukan pemeriksaan berkala 2 bulan sekali. Bila massa mengecil maka itu bukan kanker dan juga sebaliknya.
- USG transvaginal dapat berguna untuk menemukan massa kanker di ovarium serta ganas atau tidaknya kanker.
- CT-scan atau MRI dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker menyebar dan lokasi kanker.
- laparoskopi diagnostik merupakan pemeriksaan pasti untuk dapat menentukan keganasan kanker. Indikasi untuk melakukan laparoskopi antara lain :
o massa ovarium > 7 cm
o pembesaran ovarium pada masa menopause atau 1 tahun sebelum menstruasi
o pasca pemberian kontrasepsi hormonal
o tumor bilateral (kecuali kista theca lutein)
o tumor keras
o gejala torsi (tumor terputar) atau rupture (tumor pecah)
o ascites
Terapi atau pengobatan yang dapat dilakukan pada kanker ovarium sangat tergantung pada stadium kanker dan kondisi pasien saat akan dilakukan terapi. Bila kanker masih kecil dan belum menyebar maka terapi yang paling tepat adalah operatif, tapi bila sudah menyebar maka dapat dikombinasikan dengan radiotherapy (penyinaran) dan chemotherapy sesuai dengan kebijakan dokter yang menangani Anda. Hal yang lebih penting adalah second-look laparotomy yaitu tindakan operasi setelah operasi pertama untuk memastikan bahwa tidak ada sel-sel kanker yang tersisa di ovarium dan melihat respon tubuh terhadap pengobatan.
Adapun langkah-langkah untuk mengurangi resiko terkena kanker ovarium terutama pada wanita resiko tinggi antara lain:
- melahirkan anak minimal 1 kali
- menggunakan kontrasepsi oral
- mengangkat indung telur bila wanita telah memiliki cukup anak dan tidak ingin hamil lagi
- pada wanita yang memiliki riwayat keluarga sering terkena kanker payudara, maka screening mammography dan serum CA 125 harus dilakukan pada usia 30 tahun dan teratur untuk tahun-tahun selanjutnya.
- pemeriksaan tumor marker, USG atau CT-scan secara berkala untuk deteksi dini kanker.
Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kanker ini tetapi deteksi dini dan tindakan terapi dini dan efisien dapat mengurangi angka kematian. Karena itu para wanita harus mulai menggalakkan program pemeriksaan diri berkala ke dokter kebidanan pribadinya agar dapat memonitor kesehatan pribadi secara maksimal dan meminimalkan resiko kanker.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this post"ILMU KEBIDANAN"
Rabu, 04 Juni 2008
PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu.
Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :
1. Plasenta previa
2. Solusio plasenta
3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik)
Ciri-ciri plasenta previa :
1. Perdarahan tanpa nyeri
2. Perdarahan berulang
3. Warna perdarahan merah segar
4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah
5. Timbulnya perlahan-lahan
6. Waktu terjadinya saat hamil
7. His biasanya tidak ada
8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi
9. Denyut jantung janin ada
10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina
11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul
12. Presentasi mungkin abnormal.
Ciri-ciri solusio plasenta :
1. Perdarahan dengan nyeri
2. Perdarahan tidak berulang
3. Warna perdarahan merah coklat
4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah
5. Timbulnya tiba-tiba
6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu
7. His ada
8. Rasa tegang saat palpasi
9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada
10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina
11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul
12. Tidak berhubungan dengan presentasi
Plasenta Previa
Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2)
Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2)
1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.
2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup
oleh plasenta.
3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir
pembukaan jalan lahir.
4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir
pembukaan jalan lahir.
Etiologi plasenta previa belum jelas.
Diagnosis plasenta previa :
1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu
dan berlangsung tanpa sebab.
2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka
kepala belum masuk pintu atas panggul.
3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum.
4. USG untuk menentukan letak plasenta.
5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui
kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan
diatas meja operasi.
Penatalaksanaan plasenta previa :
1. Konservatif bila :
a. Kehamilan kurang 37 minggu.
b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal).
c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh
perjalanan selama 15 menit).
2. Penanganan aktif bila :
a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan.
b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih.
c. Anak mati
Perawatan konservatif berupa :
- Istirahat.
- Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.
- Memberikan antibiotik bila ada indikasii.
- Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit.
Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.
Penanganan aktif berupa :
- Persalinan per vaginam.
- Persalinan per abdominal.
Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan :
1. Plasenta previa marginalis
2. Plasenta previa letak rendah
3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang,
kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya
sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin
pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi
kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar.
Indikasi melakukan seksio sesar :
- Plasenta previa totalis
- Perdarahan banyak tanpa henti.
- Presentase abnormal.
- Panggul sempit.
- Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang).
- Gawat janin
Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks.
Solusio Plasenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2)
Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu :
1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda
renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar
fibrinogen plasma lebih 120 mg%.
2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan,
gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian
permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%.
3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin
mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan.
Etiologi solusio plasenta belum jelas.
Penatalaksanaan solusio plasenta :
Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit.
Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi :
1. Pemberian transfusi darah
2. Pemecahan ketuban (amniotomi)
3. Pemberian infus oksitosin
4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar.
Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %.
Seksio sesar dilakukan bila :
1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam.
2. Perdarahan banyak.
3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm.
4. Panggul sempit.
5. Letak lintang.
6. Pre eklampsia berat.
7. Pelvik score kurang 5.
Vasa Previa
Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2)
Etiologi vasa previa belum jelas.
Diagnosis vasa previa :
Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi.
Penatalaksanaan vasa previa :
Sangat bergantung pada status janin. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin, tentukan lebih dahulu umur kehamilan, ukuran janin, maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur, dilakukan persalinan pervaginam.
Daftar Pustaka
1. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Perdarahan
Antepartum. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. I. Jakarta.
1991 : 9-13.
2. Gasong MS, Hartono E, Moerniaeni N, Rambulangi J. Penatalaksanaan Perdarahan
Antepartum. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS, Ujung Pandang, 1997.
Sumber :
Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu.
Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :
1. Plasenta previa
2. Solusio plasenta
3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik)
Ciri-ciri plasenta previa :
1. Perdarahan tanpa nyeri
2. Perdarahan berulang
3. Warna perdarahan merah segar
4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah
5. Timbulnya perlahan-lahan
6. Waktu terjadinya saat hamil
7. His biasanya tidak ada
8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi
9. Denyut jantung janin ada
10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina
11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul
12. Presentasi mungkin abnormal.
Ciri-ciri solusio plasenta :
1. Perdarahan dengan nyeri
2. Perdarahan tidak berulang
3. Warna perdarahan merah coklat
4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah
5. Timbulnya tiba-tiba
6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu
7. His ada
8. Rasa tegang saat palpasi
9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada
10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina
11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul
12. Tidak berhubungan dengan presentasi
Plasenta Previa
Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2)
Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2)
1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.
2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup
oleh plasenta.
3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir
pembukaan jalan lahir.
4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir
pembukaan jalan lahir.
Etiologi plasenta previa belum jelas.
Diagnosis plasenta previa :
1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu
dan berlangsung tanpa sebab.
2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka
kepala belum masuk pintu atas panggul.
3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum.
4. USG untuk menentukan letak plasenta.
5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui
kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan
diatas meja operasi.
Penatalaksanaan plasenta previa :
1. Konservatif bila :
a. Kehamilan kurang 37 minggu.
b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal).
c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh
perjalanan selama 15 menit).
2. Penanganan aktif bila :
a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan.
b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih.
c. Anak mati
Perawatan konservatif berupa :
- Istirahat.
- Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.
- Memberikan antibiotik bila ada indikasii.
- Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit.
Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.
Penanganan aktif berupa :
- Persalinan per vaginam.
- Persalinan per abdominal.
Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan :
1. Plasenta previa marginalis
2. Plasenta previa letak rendah
3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang,
kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya
sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin
pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi
kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar.
Indikasi melakukan seksio sesar :
- Plasenta previa totalis
- Perdarahan banyak tanpa henti.
- Presentase abnormal.
- Panggul sempit.
- Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang).
- Gawat janin
Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks.
Solusio Plasenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2)
Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu :
1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda
renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar
fibrinogen plasma lebih 120 mg%.
2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan,
gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian
permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%.
3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin
mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan.
Etiologi solusio plasenta belum jelas.
Penatalaksanaan solusio plasenta :
Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit.
Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi :
1. Pemberian transfusi darah
2. Pemecahan ketuban (amniotomi)
3. Pemberian infus oksitosin
4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar.
Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %.
Seksio sesar dilakukan bila :
1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam.
2. Perdarahan banyak.
3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm.
4. Panggul sempit.
5. Letak lintang.
6. Pre eklampsia berat.
7. Pelvik score kurang 5.
Vasa Previa
Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2)
Etiologi vasa previa belum jelas.
Diagnosis vasa previa :
Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi.
Penatalaksanaan vasa previa :
Sangat bergantung pada status janin. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin, tentukan lebih dahulu umur kehamilan, ukuran janin, maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur, dilakukan persalinan pervaginam.
Daftar Pustaka
1. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Perdarahan
Antepartum. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. I. Jakarta.
1991 : 9-13.
2. Gasong MS, Hartono E, Moerniaeni N, Rambulangi J. Penatalaksanaan Perdarahan
Antepartum. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS, Ujung Pandang, 1997.
Sumber :
Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this post“iLmu Kebidanan (Obstetri)”
Selasa, 03 Juni 2008
Obstetri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya (Oxford English Dictionary, 1933). Obstetri terutama membahas tentang fenomena dan penatalaksanaan kehamilan, persalinan puerperium baik pada keadaan normal maupun abnormal. Nama lain obstetri adalah mid wifery.
Tujuan obstetri yaitu agar supaya setiap kehamilan yang diharapkan dan berpuncak pada ibu dan bayi yang sehat. Juga berusaha keras mengecilkan jumlah kematian wanita dan bayi sebagai akibat proses reproduksi atau jumlah kecacatan fisik, intelektual dan emosional yang diakibatkannya.
Statistik Vital Obstetri
Statistik vital obstetri meliputi:
1. Kelahiran
2. Angka kelahiran
3. Angka fertilitas
4. Kelahiran hidup
5. Lahir mati (still birth)
6. Kematian neonatal
7. Angka lahir mati
8. Angka kematian janin (sama dengan angka lahir mati)
9. Angka kematian neonatal
10. Angka kematian perinatal
11. Berat badan lahir rendah
12. Bayi cukup bulan (term infant)
13. Bayi kurang bulan (prematur)
14. Bayi lewat bulan (post term)
15. Abortus
16. Kematian ibu langsung (direct maternal death)
17. Kematian ibu tak langsung (indirect maternal death)
18. Kematian non maternal
19. Angka kematian ibu atau mortalitas ibu (maternal death rate atau maternal
mortality).
Kelahiran
Kelahiran adalah ekspulsi atau ekstraksi lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia kehamilan sama atau lebih 20 minggu.
Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran per 1000 penduduk.
Angka Fertilitas
Angka fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup per 1000 populasi wanita usia 15-44 tahun.
Kelahiran Hidup
Tanda utama kelahiran hidup adalah neonatus dapat bernapas. Tanda-tanda kehidupan lainnya meliputi denyut jantung dan gerakan spontan yang jelas dari otot volunter.
Lahir Mati (Still Birth)
Lahir mati ditandai oleh tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan pada saat atau setelah kelahiran.
Kematian Neonatal
Kematian neonatal terdiri atas kematian neonatal dini dan kematian neonatal lanjut. Kematian neonatal dini adalah kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup dalam 7 hari setelah kelahiran. Kematian neonatal lanjut adalah kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup lebih 7 hari sampai kurang 29 hari.
Angka Lahir Mati
Angka lahir mati adalah jumlah bayi yang dilahirkan mati per 1000 bayi yang lahir.
Angka Kematian Neonatal
Angka kematian neonatal adalah jumlah kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup.
Angka Kematian Perinatal
Angka kematian perinatal adalah jumlah bayi lahir mati ditambah kematian neonatal per 1000 kelahiran total.
Berat Badan Lahir Rendah
Berat badan lahir rendah adalah berat badan lahir kurang 2500 gram.
Bayi Cukup Bulan
Bayi cukup bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan 37-42 minggu atau 260-294 hari.
Bayi Kurang Bulan (Prematur)
Bayi kurang bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang 37 minggu.
Bayi Lewat Bulan
Bayi lewat bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan lebih 42 minggu.
Abortus
Abortus adalah pengambilan atau pengeluaran janin atau embrio dari uterus selama paruh pertama masa kehamilan (20 minggu atau kurang) atau berat badan lahir kurang 500 gram atau panjang badan lahir 25 cm atau kurang.
Kematian Ibu Langsung
Kematian ibu langsung disebabkan komplikasi obstetri dari kehamilan, persalinan atau puerperium dan akibat intervensi, kelahiran, dan terapi tidak tepat.
Kematian Ibu Tak Langsung
Kematian ibu tak langsung disebabkan oleh penyakit yang timbul selama kehamilan, persalinan atau puerperium dan diperberat oleh adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan. Misalnya kematian ibu karena komplikasi stenosis mitral.
Kematian Non Maternal
Kematian non maternal disebabkan oleh kecelakaan atau faktor kebetulan yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehamilan.
Angka Kematian Ibu
Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat proses reproduktif per 100.000 kelahiran hidup.
Sebab-sebab umum kematian ibu yaitu :
1. Perdarahan
2. Hipertensi
3. Infeksi
Perdarahan
Perdarahan yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas perdarahan post partum, perdarahan berkaitan abortus, perdarahan akibat kehamilan ektopik, perdarahan akibat lokasi plasenta abnormal atau ablasio plasenta (plasenta previa dan absupsio plasenta), dan perdarahan karena ruptur uteri.
Hipertensi
Hipertensi yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas hipertensi yang diinduksi kehamilan dan hipertensi yang diperberat kehamilan. Hipertensi umumnya disertai edema dan proteinuria (pre eklamsia). Pada kasus berat disertai oleh kejang-kejang dan koma (eklamsia).
Infeksi
Infeksi nifas atau infeksi panggul post partum biasanya dimulai oleh infeksi uterus atau parametrium tetapi kadang-kadang meluas dan menyebabkan peritonitis, tromboflebitis dan bakteriemia.
Alasan menurunnya angka kematian ibu :
- Transfusi darah
- Anti mikroba
- Pemeliharaan cairan elektrolit, keseimbanngan asam-basa pada komplikasi-
komplikasi serius kehamilan dan persalinan.
Kematian reproduktif adalah kematian akibat kehamilan dan penggunaan teknik-teknik untuk mencegah kehamilan (teknik kontrasepsi).
Kematian Perinatal
Kematian neonatus yang terbanyak adalah :
1. Berat badan lahir rendah
2. Cedera susunan saraf pusat akibat hipoksia in utero dan cedera traumatik
selama persalinan dan kelahiran
3. Malformasi kongenital
Sumber :
Cunningham, Mac Donald, Gant. Obstetri Williams, ed. ke-18. dr. Joko Suyono & dr. Andry Hartono (penerj.).
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this post“TENTANG KEBIDANAN”
Apakah Yang Dimaksud dengan Kebidanan?Kebidanan adalah bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian. Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada padanya.
Apakah Yang Dimaksud dengan Praktek Kebidanan ?
Praktek Kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa antara dalam lingkup praktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
Praktek kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.
Praktek kebidanan bertujuan menurunkan / menekan mortalitas dan morbilitas ibu dan bayi yang berdasarkan ilmu-ilmu kebidanan, kesehatan, medis dan sosial untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan ibu dan janin / bayinya.
Apakah yang Dimaksud dengan Asuhan Kebidanan ?
Asuhan Kebidanan: Adalah prosedur tindakan yang dilakukankan oleh bidan sesuai dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, dengan memperhatikan pengaruh - pengaruh sosial, budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik, etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu, janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan dengan mempraktikan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya dan komitment untuk memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya.
Posted in KEBIDANAN by ste^Fnie | 0 komentar
Email this post
Langganan:
Postingan (Atom)
